ASN Bugil Berbuntut Panjang,Massa GM PEKAT-IB Desak Bupati Lakukan Pemecatan

oleh -25 views

ASAHAN (suaramahardika.co.id)- Peristiwa memalukan yang dilakukan dua ASN Disdik Asahan beberapa waktu lalu masih bergulir dan berbuntut panjang.

Pasalnya, sejumlah massa mengatasnamakan Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) Kabupaten Asahan meminta Bupati Asahan memberikan tindakan tegas, berupa pemecatan kepada keduanya, karna dianggap sudah merusak moral.

Hal ini terungkap dalam aksi yang dilakukan massa saat mendatangi kantor Dinas Pendidikan, Kantor Inspektorat, kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan kantor Bupati Asahan. Kamis (16/7/2020) siang.

Dalam aksinya, massa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan untuk melakukan pemecatan kepada 2 (dua) oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditemukan mesum dan setwngah bugil dalam sebuah mobil di sekitaran Pabrik Benang, Kisaran Barat, Kamis (4/6/2020) lalu.

Koordinator aksi, Seto Lubis mengatakan, perbuatan amoral yang dilakukan kedua oknum ASN berinisial Zul dan H itu sangat mencoreng marwah ASN dan visi Kabupaten Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiri.

“Kami masih melihat keduanya masih aktif bekerja di dunia pendidikan Kabupaten Asahan, tentu hal itu sangat mengecewakan hati masyarakat dan diduga Pemkab Asahan seolah-olah melindungi persoalan amoral yang ada di tanah Rambate Rata Raya ini,” teriak Seto dalam aksinya.

Seto juga menyebutkan bahwa kedua ASN tersebut telah dilaporkan secara hukum ke pihak Kepolisian Resort (POLRES) Asahan, dan telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana, dengan nomor B/354/VII/2020/Reskrim pada tanggal 7 Juli 2020.

Maka, lanjut Seto, hal tersebut memperkuat bahwa keduanya sangat tidak layak menyandang Status ASN di Kabupaten Asahan, sesuai dengan ketentuan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang termaktub pada Pasal 88 Ayat 1 Huruf C bahwa PNS diberhentikan sementara apabila ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Serta kami menilai hal amoral yang dilakukan kedua ASN tersebut telah melanggar PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS pada pasal 10 ayat 4 yang menyatakan Hukuman Disiplin Berat sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat 4 di jatuhkan pelanggaran terhadap kewajiban untuk menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 angka 6, apabila berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara. Maka hal tersebut keduanya merupakan perbuatan dengan kategori jenis hukuman disiplin berat dan sanksinya adalah pemberhentian secara tidak hormat sebagai ASN,” ungkap Seto.

Lebih lanjut, Seto menyebutkan mereka tidak menginginkan mental dari anak dan generasi yang mengenyam pendidikan di Kabupaten Asahan rusak, akibat perbuatan yang memalukan tersebut, serta kami tidak menginginkan laknat dan azab dari Tuhan Yang Maha Esa akibat perbuatan tersebut.

“Kami meminta Bupati Asahan untuk tidak melindungi kedua oknum ASN tersebut, dan segera memberikan perintah kepada jajaran yang berwenang agar memberhentikan keduanya dari ASN karena dinilai telah melanggar UU serta mencoreng marwah ASN dan visi Kabupaten Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiri, mendesak Bupati Asahan untuk segera mencopot Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan karena tidak berkompeten dalam melaksanakan tugasnya, dan diduga dengan sengaja melindungi dan memfungsikan kedua ASN yang mencoreng nama baik Kabupaten Asahan, meminta kepada pemkab Asahan untuk selalu mengingat pedihnya azab Tuhan Yang Maha Esa, jika tidak mematuhi perintahNya,” ucap Seto lagi dengan lantang.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Asahan, Ruslan saat menanggapi aksi massa mengatakan pihaknya sudah memberikan rekomendasi kepada Bupati Asahan agar keduanya diberikan sanksi disiplin tingkat berat sesuai dengan ketentuan PP Nomor 53 Tahun 2010.

“Kami telah memberikan rekomendasi untuk diberikan tindakan sanksi kepada kedua ASN tersebut,” aku Ruslan

Pantauan wartawan, disela-sela orasinya di kantor Bupati, sempat terjadi aksi dorong antara massa dengan petugas Sat Pol PP Pemkab Asahan. Sebab, tak ada satu pun pejabat yang menemui mereka. Namun, aksi itu berhasil diredam.

Hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, massa masih bertahan di halaman Kantor Bupati Asahan.ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *