Gubsu Bersyukur Masih Diberi Kesempatan Berbakti dan Didoakan Ibunda

oleh -246 views
Gubsu HT Err Nuradi bersama Ibunda tercinta HT Rafiah yang sudah berusia 93 tahun
Gubsu HT Err Nuradi bersama Ibunda tercinta HT Rafiah yang sudah berusia 93 tahun
Gubsu HT Err Nuradi bersama Ibunda tercinta HT Rafiah yang sudah berusia 93 tahun

MEDAN (suaramahardika): Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi merasa amat bersukur atas kesempatan yang di beri sang pencipta, karena masih diberi kesempatan berbakti kepada kepada sang Ibunda Hj Tengku Rafiah yang genap berusia 93 tahun.

“Saya sangat bersyukur hingga saat ini masih diberi kesempatan berbakti kepada Ibunda. Saya sangat beruntung, hingga saat ini masih didoakan Ibunda,” kata Gubsu Erry pada acara syukuran ulang tahun sang Ibunda yang ke 93 di Gubernuran, Minggu (15/1). Hadir dalam kesempatan itu Hj Evi Diana Erry Nuradi, kakak kandung/ipar Gubsu beserta kerabatserta  jajaran pimpinan SKPD Provsu, Pimpinan Pesantren Tahfidzul Quran Jabal Noor K H Zulfikar Hajar dan KH Amiruddin MS.

Syukuran diisi dengan pengajian dan ceramah agama oleh Buya K H Amiruddin MS.

Turut hadir pula 93 anak yang terdiri dari penghafal Al Quran dan yatim/piatu yang ikut melantunkan ayat suci alquran dan doa untuk sang Ibunda.

Hj Tengku Rafiah adalah ibu dari tujuh putra dan putri. Uniknya,  dua diantara putra Hj Tengku Rafiah pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara yaitu Almarhum H T Rizal Nurdin dan HT Erry Nuradi. “Mungkin hanya ibu saya yang memiliki dua anak menjabat Gubernur di Sumatera Utara ini,” kata Erry.

Ibunda Gubsu Erry Hj T Rafiah kini dikaruniai 18 orang cucu yang sudah beranjak dewasa serta empat orang cicit yang sebagian sudah berusia remaja. Gubsu Erry adalah putra bungsu Hj T Rafiah yang dilahirkannya pada usia ke 40.

Meski sudah berusia lanjut, menurut Gubsu sang Ibunda masih memiliki ketajaman ingatan. “Hobbynya sampai sekarang adalah mengisi Teka-Teki Silang,” ujar Erry sambil tersenyum.

Erry menceritakan kebiasaan sang Ibunda mendoakan anak, cucu dan cicitnya. “Kalau waktu Maghrib sampai Isha, Ibu tidak bisa diganggu, karena dia membacakan doa untuk semua anak dan cucu serta cicit,” katanya.

Diceritakan Erry, Ibunya masih ingat dengan kejadian-kejadian masa lalu. Misalnya rumah dinas yang dihuni Gubsu di Jalan Tengku Daud saat ini, menurut Ibunda dulunya ditempati oleh warga Belanda. “Ibu bahkan masih ingat nama orang Belanda itu. Dia hafal karena kami dulu tinggal tidak jauh, tepatnya di Jalan Cik Di Tiro,” kata Erry.

Gubsu kemudian terkenang sosok ayahanda, Almarhum H Nurdin yang dulu pernah menjabat sebagai atase pertahanan RI di Singapura. “Ayah pensiunan dini dan pada tahun 1958 kembali ke Sumut, kemudian menjadi pengusaha. Dan pada tahun  1971 menjadi anggota DPR RI bersama-sama H Adam Malik,” ujar Gubsu.

Dalam kesempatan itu, Gubsu memohon doa kepada hadirin agar sang Ibunda diberi kesehatan dan umur yang berkah. Kepada sang Ibunda, Gubsu juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas segala pengorbanan yang sudah dilakukan melahirkan dan merawatnya hinga bisa menjadi seperti saat ini. “Saya sangat bahagia dan bersyukur, sampai sekarang
masih didoakan Ibu,” ujarnya. (bm-1)