Masyarakat Diimbau Bijak Memilih Minyak Goreng

oleh -18 views

suaramahardika.co.id| MEDAN – Sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia juga merupakan salah satu negara pengekspor komoditi minyak goreng terbesar di dunia. Karena produksi sawit yang melimpah itu, beragam produk dan merek minyak goreng kemasan produksi Indonesia pun dapat kita temui banyak beredar di pasar.

Sehingga, kadang membuat kita jadi bingung memilih. Mana yang baik? Mana yang berkualitas? Harga pun beragam. Kadang kemasan mahal, belum tentu isinya minyak goreng yang berkualitas. Lantas, bagaimana cara memilih minyak goreng yang berkualitas?

Mengutip penjelasan ahli gizi Prof Dr Ir Sri Anna Marliyati MSi dari Departemen Ilmu Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, di portal Youtube, IPB TV, Kamis (16/6/2022) menyebutkan, setidaknya ada 3 pertimbangan penting yang bisa digunakan konsumen dalam memilih minyak goreng berkualitas :

Pertama, perhatikanlah warna minyak goreng dalam kemasan itu. Minyak goreng yang baik biasanya berwarna kuning keemasan dan jernih. Warna kuning keemasan itu merupakan indikator kandungan beta carotene (pro Vitamin A) alami yang baik di dalam minyak goreng sawit.

Kedua, terangnya, perhatikan komposisi kandungan gizi yang tercantum di dalam label kemasan. Sekarang sudah banyak minyak goreng sawit yang ditambahkan fortifikasi Vitamin A sintesis. Fortifikasi ini bertujuan untuk memperkaya kandungan Vitamin A.

Ketiga, terkait dengan proses penyaringan. Penyaringan di dalam proses produksi minyak goreng kelapa sawit bertujuan agar minyak tidak nampak keruh dan mudah mengendap. Penyaringan ini bertujuan untuk mengurangi kandungan lemak jenuh pada minyak goreng. Terlalu banyak kandungan lemak jenuh tidak baik bagi tubuh, karena dapat memicu timbulnya berbagai penyakit.

“Perlu diperhatikan juga, penggunaan minyak goreng yang berkali-kali hingga minyak goreng berwarna keruh tidaklah disarankan. Sebab kemungkinan sudah mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang dapat memicu sel kanker dalam tubuh,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.