Nawal Harapkan PKW Suburkan Pengrajin dan Dukung Wisata Danau Toba

oleh -47 views

suaramahardika.co.id| Medan Sumatera Utara (Sumut) dikenal sebagai provinsi yang memiliki keindahan alam, serta kekayaan tradisi dan budaya yang luar biasa. Berbagai potensi tersebut dapat dipromosikan melalui kerajinan tangan (kriya) yang diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program, seperti Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW)

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi usai mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam PKW di Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, Selasa (20/10/2020), dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.

“Seperti program Pendidikan Kecakapan Wirausaha ini, saya sangat bersyukur atas kerja sama Dekranas dengan Kemendikbud RI, khususnya Ditjen Pendidikan Vokasi. Mudah-mudahan melalui PKW ini lahir SDM pengrajin-pengrajin berkualitas yang bisa menghasilkan produk-produk kriya bernuansa Danau Toba, mendukung perekonomian masyarakat dan membantu promosikan keindahan Danau Toba lewat kriya,” ujar Nawal.

Kepada para peserta, Nawal berharap agar mengikuti pelatihan dengan benar dan sungguh-sungguh. Sehingga ketika selesai mengikuti kegiatan bisa membuka usaha sendiri, membuka lapangan pekerjaan dan bisa mewariskan keterampilan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan dengan PKW ini juga berdampak menggenjot rasio wirausaha di Indonesia yang saat ini sekitar 3,1% atau sekitar 8,06 juta dari seluruh penduduk Indonesia. Mudah-mudahan bisa kita lampaui negara tetangga kita yang rasio wirausahanya sudah 7% di Singapura dan 5% di Malaysia,” tutur Nawal.

Koordinator Program PKW Danau Toba Nita Yudi menyampaikan PKW merupakan program kerja sama antara Kemendikbud RI dengan Dekranasda Sumut untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa SMK, keluarga pra sejahtera dan kelompok putus sekolah. Di Sumut, kata Nita, ada sebanyak 200 orang yang mengikuti pelatihan dengan durasi 32 jam teori, 118 praktik dan 200 jam rintisan usaha di lapangan.

“Selama sebulan penuh, peserta mengikuti pelatihan sesuai kurikulum yang telah disusun seperti desain, ilmu kewirausahaan dan pengembangan produk. Targetnya adalah setiap peserta menghasilkan satu produk dan satu merek atau One Man, One Product, One Brand. Produk-produk yang akan dibuat yaitu kaos, aksesoris khas Danau Toba, tempat tisu, ulos, aksesoris ulos, tusuk konde, relif rumah bolon, lukisan palet Danau Toba, mainan kunci, masker, aksesoris HP,” jelas Nita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *